Selamat datang di blog saya, semoga blog ini bermanfaat bagi yang mengunjunginya. amin.

Selasa, 02 Juli 2013

Ternyata Angka Harapan Hidup Perempuan Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Pria

Melalui The World Factbook, Central Intelligence Agency (CIA) merilis angka harapan hidup tahun 2012 sejumlah negara-negara di dunia. Dalam versi badan intelijen Amerika Serikat itu, Indonesia berada di peringkat 136 dengan usia harapan hidup 71,62 tahun.

Seperti dikutip dari laman CIA, usia harapan hidup perempuan di Indonesia lebih tinggi, 74,29 tahun, dibandingkan pria yang hanya 69,07 tahun.

Menurut laman ini, Indonesia masih berjuang melawan kemiskinan, korupsi, dan pengangguran. Selain itu, infrastruktur yang tidak memadai, regulasi kompleks di bidang lingkungan, dan distribusi sumber daya yang tidak merata.

Tahun 2012, Pemerintah Indonesia juga menghadapi tantangan untuk membangun infrastruktur yang memadai untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, mengurangi subsidi bahan bakar minyak.

Menurut The World Factbook CIA, rata-rata harapan hidup Indonesia berada jauh di bawah Singapura dan Brunei Darussalam. Dua negara tetangga ini berada masing-masing di peringkat 4 (83,75) dan 77 (76,37). Bahkan, Indonesia dianggap lebih rendah ketimbang warga di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang kerap berkonflik dengan usia harapan hidup masing-masing 75,24 tahun dan 74,16 tahun. 

Sementara negara Asia Tenggara lainnya berada di atas Indonesia adalah Malaysia (74,04), Thailand (73,83), Vietnam (72,41), dan Filipina (71,94). Sementara Laos ada di urutan 180 dengan usia harapan hidup hingga 62,77 tahun.

Berada di peringkat lima besar sesuai urutan terbesar, ada Monaco (89,68), Macau (84,43), Jepang (83,91), Singapura (83,75), dan San Marino (83,07).

Sementara lima negara dengan angka paling rendah beserta peringkatnya: Afghanistan (49,72 tahun), Swaziland (49,42), Afrika Selatan (49,41), Guinea-Bissau (49,11), dan terakhir Chad (48,69).


Harapan hidup ini juga merupakan ukuran kualitas hidup secara keseluruhan di suatu negara dan merangkum kematian di segala usia. Dikutip dari Dailymail, ada benang merah di antara negara-negara dengan angka harapan hidup tinggi. Orang cenderung hidup lebih lama di negara-negara maju di mana negara menjamin kesehatan penduduknya, seperti Jepang, Kanada, Inggris. Di negara ini, angka harapan hidup di atas 80 tahun. (umi)

sumber : vivanews.com

Sanitasi dan Air Bersih Bagi Masyarakat Miskin

 Dengan berbekal pengetahuan global dan kearifan lokal, Bank Dunia telah membantu kesuksesan program PAMSIMAS milik pemerintah Indonesia untuk Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi. Pencapaian PAMSIMAS telah melebihi perkiraan sehubungan dengan indikator air, sanitasi, dan perbaikan kebersihan (higienis). Sampai dengan tanggal 4 Maret 2013, PAMSIMAS telah meningkatkan akses untuk air ke 4,8 juta penerima manfaat dan memperbaiki akses untuk sanitasi ke 5,5 juta penerima manfaat.
PAMSIMAS (Program Sanitasi Masyarakat)

Tantangan
Selama tiga dekade terakhir, Indonesia telah menikmati tingkat kesuksesan yang tinggi dalam hal pengurangan kemiskinan, pengembangan manusia, dan perbaikan pengiriman pelayanan. Namun, masih banyak tantangan yang perlu dihadapi. Meningkatkan akses untuk air aman dan sanitasi adalah prioritas utama, dikarenakan dampak buruk yang dapat diakibatkan oleh infrastruktur sanitasi yang buruk terhadap kesehatan umum, perekonomian, dan lingkungan. Dari empat penyebab utama kematian balita di Indonesia, dua diantaranya yakni diare dan tipus, ditularkan melalui kotoran manusia (feses), dan terkait langsung dengan kurangnya air bersih, sanitasi, dan isu isu kebersihan . Sulitnya akses untuk air bersih juga menyebabkan rumah tangga miskin, terutama perempuan dan anak-anak, menghabiskan banyak waktu untuk mengambil air. Krisis finansial tahun 1998 menyebabkan terhambatnya investasi untuk infrastruktur air dan pemerintah juga kesulitan untuk menjaga fasilitas yang ada. PAMSIMAS berjuang untuk memperbaiki fasilitas yang ada dan memperluas akses sanitasi melalui pendekatan berbasis masyarakat.

Solusi
PAMSIMAS bertujuan untuk meningkatkan penggunaan fasilitas air bersih dan sanitasi, dan memperbaiki perilaku bersih masyarakat dengan memperluas dan mengarusutamakan pendekatan berbasis masyarakat. Proyek ini menyediakan hibah langsung ke masyarakat dengan didampingi oleh pengembangan kapasitas untuk perencanaan, pengadaan, dan manajemen, termasuk monitoring masyarakat dengan mekanisme penangangan keluhan berbasis jaringan (web-based). Pelayanan nasehat (advisory) dan pelatihan juga tersedia bagi masyarakat untuk meningkatkan perilaku serta praktik-praktik sanitasi dan kebersihan.

Capaian
Sampai dengan 4 Maret 2013, jumlah penerima manfaat mencapai 4,826,595 orang yang memiliki akses yang berkelanjutan untuk fasilitas air bersih dan yang juga menerima akses untuk fasilitas sanitasi mencapai 5,516,847 orang. Kurang lebih 49.83 persen diantaranya adalah perempuan. Skala dari program ini akan digandakan, mengikutsertakan 17 provinsi tambahan dan 100 kabupaten. Pencapaian proyek sejak tahun 2006 meliputi:
  • Hampir 7.000 (6,833) desa di seluruh Indonesia kini memiliki akses untuk air bersih dan sanitasi yang lebih baik.
  • Lebih dari 44.91 persen dari target masyarakat sekarang telah Bebas Buang Air di Tempat Terbuka (Open Defecation Free – ODF), sesuai dengan tingkat tren OD global yakin 40-50 persen
  • Lebih dari 66,60 persen masyarakat telah mengadopsi program cuci tangan
  • Perempuan tidak lagi harus mengabiskan banyak waktu untuk mengambil air.
  • Sistem Penanganan Keluhan meningkatkan akuntabilitas. Tingkat enyelesaian kasus meningkat dari 70 persen di bulan Juli 2012 menjadi 90 persen di bulan December 2012
  • Sehubungan dengan pengembangan kapasitas, program ini telah membantu 6.380 personel, lebih dari 3.827 dewan air, dan 2.140 fasilitator (total 17.482 orang)
  • Kinerja pengadaan masyarakat dan manajemen finansial meningkat, mempengaruhi kapasitas fidusier masyarakat secara menyeluruh.
  • Fasilitas air dan sanitasi sudah berfungdi penuh di 72 persen lokasi, berfungsi sebagian di 22 persen lokasi, dan belum berfungsi di 6 persen lokasi. Telah ada perubahan dari penggunaan fasilitas umum menjadi sambungan langsung ke rumah.
Kontribusi Grup Bank Dunia
Total biaya untuk PAMSIMAS mencapai USD 275,10 juta untuk 2006-2013. Bank Dunia berkontribusi USD 135 juta melalui kredit International Development Association (IDA); 92 persen dari jumlah ini sudah dicairkan. Sisanya disediakan oleh mitra pembangunan lainnya termasuk Australian Agency for International Development (AusAID).


Mitra
KesuksesanPAMSIMAS bergantung pada kolaborasi kuat antara tiga mitra pembangunan di sektor air dan sanitasi di Indonesia: Pemerintah Indonesia, Bank Dunia, dan pemerintah Australi. Bank Dunia menyediakan USD 135,5 juta melalui kredit IDA, ditambah USD 46,6 juta dari AusAID dan USD 101,1 juta dari Pemerintah Indonesia.
Masa depan
Tahun 2013, PAMSIMAS akan diperluas sesuai dengan program nasional pemerintah Indonesia “Air untuk Semua” dibawah manajemen Kementrian Pekerjaan Umum dan “Sanitasi Total Berbasis Masyarakat” dibwaha manajemen Kementrian Kesehatan. Biaya untuk memperluas program mencapai USD 252 juta. Bank Dunia akan memberikan kontribusi sebesar USD 100 juta, pemerintah Indonesia akan mendanai langsung sebesar USD 100 juta, dan AusAID akan berkontribusi  sebesar USD 50 juta. Setelah diperluas, PAMSIMAS akan melayani 5,6 juta lebih banyak penerima manfaat, mencakup 200 kabupaten di 32 provinsi.
Penerima manfaat
Sebelum PAMSIMAS, masyarakat di desa Jambu Baru di Kalimantan Selatan tidak dapat menikmati nasi yang bersih dan sehat karena air yang digunakan untuk mencuci beras dan memasak nasi berasal dari air sungai yang tidak bersih. Mereka juga menggunakan air yang sama untuk keperluan rumah tangga lainnya. Lian Nur, penduduk Jambu baru menjelaskan bahwa sebelum adanya PAMSIMAS mereka menggunakan air dari sungai Barito yang menyebabkan nasi berwarna kuning, baud an rasanya pun tidak sedap. “Kami sangat senang karena tidak perlu makan nasi yang berwarna kuning lagi. Terima kasih untuk PAMSIMAS, kini kamu dapat menikmati nasi putih sehat dan rasanya pun enak,” ucap Lian Nur.

 sumber : http://www.worldbank.org/in/results/2013/04/04/indonesia-expanding-access-to-clean-water-for-the-poor

MEMBANGUN KAWASAN PERBATASAN DENGAN TRANSMIGRASI

“Kehadiran dan peran serta badan usaha dalam penyelenggaraan transmigrasi sangatlah dibutuhkan sebagai upaya mempercepat peningkatan kesejahteraan transmigran dan penduduk sekitar” kata Jamaluddien Malik, Dirjen P2KTrans saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur (3/5/2013).
Pada kunjungan tersebut Dirjen P2KTrans melakukan kegiatan panen perdana kelapa sawit yang merupakan salah satu langkah kongkrit pelaksanaan kemitraan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam program penanggulangan pengangguran dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Nunukan. Menakertrans Muhaimin Iskandar sangat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, momen kunjungan itu adalah langkah awal usaha peningkatan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitar, untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Nunukan yang adil dan sejahtera.

PT. Pohon Emas Lestari merupakan salah satu badan usaha yang bermitra dengan warga transmigrasi di lokasi Sei Menggaris Desa Tabur Lestari Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan dengan pola inti- plasma. Sesuai dengan Naskah Kesepakatan Bersama antara PT. PEL dengan Bupati Nunukan tahun 2003, telah dibangun kebun plasma seluas 1.240 Ha yang diperuntukkan bagi 640 KK transmigran dan kebun inti yang telah ditanami seluas ± 1.219 Ha, dan dengan nilai Investasi ± Rp82,5 Milyar.


Kunjungan ke Kabupaten Nunukan tersebut juga merupakan langkah nyata Kemnakertrans untuk semakin memprioritaskan pembangunan perbatasan di seluruh Indonesia. Menurut Jamaluddien kawasan perbatasan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak-pihak terkait karena mempunyai nilai strategis bagi keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagaimana diketahui, Indonesia mempunyai kawasan perbatasan dengan sejumlah negara, baik yang berhubungan langsung di darat atau pun yang dipisahkan oleh laut.
Sudah sejak lama Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi  melakukan pembangunan dan pengembangan kabupaten perbatasan darat yang ada di seluruh Indonesia. Sampai saat ini sudah puluhan ribu transmigran dan penduduk sekitar yang mendiami kawasan transmigrasi di kabupaten-kabupaten di  4  provinsi perbatasan darat. Keberadaannya telah mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi setempat, dan mampu menciptakan pusat pusat pertumbuhan baru di wilayah perbatasan darat, serta mendorong pemekaran kabupaten/kota.
Kabupaten perbatasan sebagai hasil pemekaran Kabupaten/Kota kawasan perbatasan, yang didorong oleh pembangunan kawasan trasmigrasi, antara lain:  Provinsi Papua meliputi Kabupaten Keerom hasil pemekaran dari Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Boven Digul hasil pemekaran Kabupaten Merauke; Provinsi Kalimantan Barat meliputi Kabupaten Bengkayang hasil pemekaran Kabupaten Sambas; Provinsi Kalimantan Timur meliputi Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau sebagai hasil pemekaran Kabupaten Bulungan, serta Kabupaten Kutai Barat sebagai hasil pemekaran Kabupaten Kutai.
Jamaluddien berharap dengan dilakukannya kerjasama kemitraan antara pemerintah pusat/ daerah dengan dunia usaha (investor) dapat mempercepat pembangunan kawasan perbatasan melalui pendekatan pembangunan kawasan transmigrasi di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Timur. Upaya ini, disamping akan semakin mempercepat pertumbuhan kawasan transmigrasi yang sudah ada di Kabupaten Nunukan, juga akan mempercepat pembangunan kawasan baru di wilayah perbatasan melalui terjalinnya interkonektivitas antar kawasan. Disamping itu berbagai persoalan yang mungkin akan terjadi dalam pembangunan kawasan perbatasan diharapkan dapat diselesaikan secara koordinatif. 

sumber : http://bto.depnakertrans.go.id

Program Transmigrasi Terbukti Berkontribusi Bagi Bangsa


Selama 62 tahun program transmigrasi, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) yakin telah terbukti berkontribusi besar bagi kehidupan bangsa Indonesia khususnya dengan terbentuknya pusat-pusat pemerintahan baru.
Pasalnya, tidak kurang dari 382 kecamatan dan 103 kabupaten/kota yang merupakan wilayah tumbuh dari kawasan pemukiman transmigrasi.
Kita tidak boleh berpuas diri, tapi kita terus berupaya dengan langkah-langkah refocussing dan revitalisasi agar program-program transmigrasi benar-benar solusi yang memadai, kata Muhaimin usai menjadi Inspektur Upacara pada Hari Jadi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ke-35 yang tepatnya pada tanggal 29 Maret 2013 dan dilaksanakan pada Senin (1/4) di halaman kantor Kemnakertrans, Jakarta.
Hal itu, menurutnya, dilakukan agar semua pihak mendukung program pembangunan nasional baik di bidang ekonomi, kesejahteraan maupun di bidang NKRI sebagai kawasan yang penuh keadilan dan peradaban.


Dijelaskannya, ada tiga aspek penting didalam keberhasilan pelaksanaan program di bidang transmigrasi di Indonesia yaitu pertama  penyiapan kawasan transmigrasi yang memenuhi kriteria 2C yaitu clean and clear dan 4L sebagai layak huni, layak usaha, layak berkembang, dan layak lingkungan. Kedua  Mempersiapkan calon transmigran yang berkualitas, serta ketiga meningkatkan  kualitas pembinaan masyarakat dan kawasan transmigrasi oleh pemerintah pusat dan daerah.
Dengan usaha yang sungguh-sungguh transmigrasi kedepan menjadi solusi atas berbagai pembangunan daerah sekaligus solusi atas masalah-masalah kemiskinan dan pengangguran, katanya.(rm)

sumber : http://bto.depnakertrans.go.id

Kemenakertrans Terus Asah Jiwa Wirausaha Transmigran

JAKARTA – Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menargetkan pada tahun ini dapat memberdayakan 40.704 kepala keluarga di permukiman transmigrasi (kimtrans) di 213 lokasi. Tak hanya itu, kementerian yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu juga akan menguatkan kemampuan wira usaha para transmigran.
Dirjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) Kemenakertans, Rosari Tyas Wardani, Senin (4/3) mengatakan, pembinaan kelembagaan terhadap Himpunan Wirausaha Ketransmigrasian (HWK) itu dilakukan untuk menggandeng bantuan pendanaan. "Pembentukan kelembagaan wirausaha ketransmigrasian ini menjadi jawaban pengembangan wirausaha khusus di kawasan transmigrasi dan permukiman di sekitarnya," ujarnya.
Melalui HWK, para transmigran akan mendapat pembinaan dan pendampingan agar memiliki kemampuan berwirausaha. Selain itu, penduduk di sekitar kawasan transmigrasi juga akan mendapat pengetahuan dalam mengembangkan kewirausahaan.
Rosari menambahkan dengan pembinaan dan pendampingan lembaga HWK itu pula maka para transmigran diharapkan mampu menghasilkan produk olahan dari hasil pertanian dan perkebunan yang ada. Hasil olahan itu di antaranya berupa makanan coklat, makanan dari bahan baku beras, jagung dan juga hasil perkebunan rotan, serta batik.
“Wirausaha transmigrasi tidak hanya memberikan penghidupan bagi masyarakat transmigran dan penduduk sekitar kawasan, tapi juga mengeliminir potensi konflik,” ungkapnya.(fat/jpnn)

sumber : http://bto.depnakertrans.go.id

Kisah Transmigran yang Sukses Bisnis Sawit Hingga Jadi Kepala Desa

Pesisir Selatan - Pujiyono tak pernah membayangkan akan menjadi seorang Wali Nagari atau Kepala Desa Sungai Pulai, Sumatera Barat. Tahun 1991 lalu, saat usia 20 tahun dan masih bujangan, Pujiyono ikut orang tuanya yang asli Semarang hijrahi ke Sungai Pulai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengikuti program transmigrasi.

Orang tua Pujiyono mendapat jatah tanah kelolaan seluas 2,25 hektar untuk dikelola. Sayang, tanah yang dikelola Pujiyono dan orang tuanya sulit membuahkan hasil maksimal lantaran lahan gambut. Lantas, Puji dan keluarga mengandalkan jatah hidup pemerintah setiap bulan seperti beras, telur ayam, gula, minyak goreng, dan kebutuhan sehar hari lainnya.

"Waktu itu pahit banget, tanah gambut sulit ditanami, air warna coklat, kita mandi airnya warna coklat," ujar Pujiyono di sela-sela ekspo Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) di Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (15/4/2013).

Kemudian, tahun 1997 para transmigran di Sungai Pulai mendapat kesempatan mengikuti program kredit untuk menanam dan mengembangkan benih kelapa sawit yang dikeluarkan Bank BRI. Ternyata lahan gambut cocok untuk kelapa sawit.

Tanaman komoditi ekspor ini membawa perlahan membawa berkah bagi Pujiyono dan keluarga transmigran lainnya.."Banyak yang berhasil karena kelapa sawit," imbuh Puji.

Ia sendiri bisa menyekolahkan dua anaknya seorang putri di Madrasah Tsanawiyah atau setingkat SMP dan seorang putra yang masih duduk di SD. Dia juga bisa membangun rumah dan memiliki sebuah mobil pribadi.


Tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memekarkan beberapa wilayah di perbatasan dengan provinsi Bengkulu menjadi 10 Nagari. Pujiyono pun memberanikan diri mendaftar menjadi Wali Nagari dan akhirnya dipilih masyarakat Sungai Pulai."Saya dilantik tanggal 25 januari 2012 untuk masa jabatan 6 tahun sampai 2018," imbuhnya.

Pujiyono membawahi 135 kepala keluarga atau sekitar 1600 jiwa di Nagari Sungai Pulai. Mereka berasal dari beberapa kabupaten di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan sekitar 20% warga lokal. .

Setelah menjabat Wali Nagari, Pujiyono mengajak setiap kepala keluarga urunan mendirikan kantor Nagari. Bentuk atap bangunannya adalah kombinasi atap rumah gadang dan rumah joglo. Adapun. Total dana yang terkumpul dari hasil urunan warga Rp 130juta, ditambah dari dana pemda Rp 29,5 juta.

Kini, Pujiyono dan warganya bahu-membahu membangun Nagari Sungai Pulai yang jaraknya 280 Km dari Painan, kota Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat.

"Kami mayoritas menanam kelapa sawit dan mengembangkan sekaligus kesenian dari daerah asal kami kepada masyarakat Pesisir Selatan," kata Pujiyono yang murah senyum itu.

sumber : http://bto.depnakertrans.go.id

Mau Transmigrasi ? Pelajari Dulu Syarat Jadi Transmigran ini

Sebelum transmigrasi, para calon transmigran menentukan tujuan lokasi transmigrasi dan juga memudahkan pemerintah daerah dalam merangkul peminat transmigrasi di daerah masing-masing.Untuk memudahkan semua pihak dalam menggunakan situs ini, berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut :
Untuk calon Transmigran yang langsung menggunakan website :
  1. Setiap orang yang ingin mendaftarkan diri menjadi calon transmigran, sebaiknya melihat dahulu lokasi transmigrasi mana yang akan dituju.
  2. Setelah menentukan lokasi transmigrasi, Saudara bisa langsung mendaftar menjadi calon transmigran.
  3. Anda tidak bisa langsung mendaftar menjadi transmigran, sebelum anda mendaftar sebagai anggota, setelah anda mendaftar menjadi anggota, anda akan mendapatkan nama login, password, dan ID login anda, yang otomatis akan diinformasikan via e-mail.
  4. Simpan baik-baik login name, password, dan ID anda. Karena itu merupakan kodefikasi Anda untuk memakai fasilitas di website bursatransmigrasi.net
  5. Setelah anda mendaftar menjadi calon transmigran, otomatis anda dianggap sebagai calon transmigran baru.
  6. Setelah nama anda tampil di calon transmiran baru, anda diharapkan melengkapi dokumen transmigrasi, setelah itu menghubungi atau mendatangi dinas transmigrasi setempat untuk menyerahkan dokumen yang diperlukan.
  7. Setelah dokumen dilengkapi, anda tinggal menunggu untuk proses seleksi. Jika nama anda terseleksi, maka nama anda otomatis akan berpindah ke kanal Seleksi, artinya anda sedang menunggu proses pelatihan.
  8. Setelah anda dipanggil untuk masuk ke pelatihan, otomatis status anda di internet juga sudah berpindah ke kanal pelatihan.
  9. Setelah Anda selesai pelatihan, dan dianggap lulus dan siap diberangkatkan, otomatis status anda akan berpindah ke Siap Berangkat.
  10. Setelah anda berangkat ke lokasi transmigrasi, otomatis status Anda di internet akan hilang, dan sudah menjadi database Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Syarat untuk menjadi Transmigran :
  1. Warga Negara Indonesia adalah setiap warga negara yang berdomisili di wilayah Negara Republik Indonesia.
  2. Berkeluarga dibuktikan dengan Surat Nikah dan Kartu Keluarga.
  3. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku.
  4. Berusia antara 18 sampai dengan 50 tahun sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), kecuali diatur lain dalam perjanjian kerjasama antar daerah. 
  5. Belum pernah bertransmigrasi yang dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Kepala Desa/Lurah dimana pendaftar berdomisili.
  6. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter.
  7. Memiliki keterampilan sesuai kebutuhan untuk mengembangkan potensi sumber daya yang tersedia di lokasi tujuan sebagaimana diatur dalam perjanjian kerjasama antar daerah.
  8. Menandatangani Surat Pernyataan kesanggupan melaksanakan kewajiban sebagai transmigran.
  9. Lulus seleksi yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Lulus dari Tim yang diberikan wewenang untuk melaksanakan seleksi.
Pengecualian Syarat untuk menjadi Transmigran :
  1. Pendaftar yang belum berkeluarga sepanjang yang bersangkutan mempunyai kahlian khusus (tenaga ahli, guru, paramedis, rohaniawan).
  2. Janda sepanjang mengikutsertakan anak laki-laki dewasa. 
  3. Pendaftar yang pernah menjadi transmigran sepanjang alasan meninggalkan lokasi karena kerusuhan sosial dan bencana alam.
Untuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah / Kabupaten :

Diharapkan untuk melihat website bursa transmigrasi online setiap hari, sebagai antisipasi ada masyarakat dari daerah yang bersangkutan yang ingin bertransmigran mencatat, dan meminta dokumen-dokumen yang diperlukan kepada seluruh calon transmigran. Petugas dinas juga diharapkan memberikan pengarahan kepada calon transmigran baru mengenai lokasi-lokasi transmigrasi yang ditawarkan sesuai  hasil kerjasama antara dinas daerah asal (pengirim transmigran) dengan dinas daerah tujuan (penerima transmigran) karena lokasi transmigrasi yang sudah dipilih oleh calon transmigran melalui website, belum tentu lokasi yang ditawarkan oleh dinas daerah asal. Petugas dinas agar selalu berkoordinasi dengan pengelola situs bursa transmigrasi online, yaitu Kemenakertrans. Jika ada hal-hal yang berubah, segera hubungi Kemenakertrans.
Jika ada hal-hal yang ingin diketahui lebih lanjut dapat menghubungi :
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI
CC. Website BursaTransmigrasi Online
Jl. TMP. Kalibata 17
Jakarta Selatan
Email: info@bursatransmigrasi.go.id

sumber : http://bto.depnakertrans.go.id/tentang/syarat.php

Minggu, 30 Juni 2013

Hubungan Pertumbuhan Penduduk dengan Kesejahteraan Penduduk

Berikut ini akan saya Jabarkan tentang hubungan pertumbuhan penduduk dengan kesejahteraan penduduk, yaitu :
1. Pengaruh Pertumbuhan Penduduk
Indonesia merupakan sebuah pulau yg memiliki luas daratan sekitar 2juta km dan merupakan negara yg memiliki jumlah penduduk paling padat no empat di dunia. Kepadatan penduduk ini di sebabkan oleh faktor2 tertentu seperti ; Fertilitas, Moralitas dan Migrasi.
Fertilitas (kelahiran) merupakan salah satu factor penyebab terjadinya kepadatan penduduk, karena angka kelahiran di Indonesia tidak di batasi dan kebanyakan penduduk Indonesia melakukan nikah dini yang menyebabkan angka kelahiran semakin meningkat dan juga laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, dan diperkirakan setiap tahunnya bayi bertambah 4,5juta.
Sedangkan lawan dari kelahiran, kematian atau Mortalitas merupakan satu dari tiga factor geografis karena moralitas dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk, hal ini biasanya di sebabkan oleh factor social ekonomi seperti pengetahuan tentang kesehatan, gizi dan kesehatan lingkungan, serta kemiskinan merupakan factor individual dan kelompok lainnya yg dapat mempengaruhi moralitas dalam masyarakat.
Yang terakhir, migrasi. Migrasi adalah gerak perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lan dengan tujuan untuk menetap di daerah tujuan, yang biasa terjadi secara permanent. Seperti contohnya Jakarta sebagai kota metropolitan di Indonesia banyak menjadi tujuan migrasi penduduk, terlalu banyaknya perpindahan penduduk ke jawa menyebabkan kepadatan penduduk yang parah di pulau Jawa, sehingga terjadi banyak dampak negative.
Pertumbuhan penduduk memiliki banyak pengaruh, seperti perkembangan social. Perkembangan social terjadi karena pesatnya pertumbuhan penduduk tanpa di ikuti dengan kualitas dan kuantitas yang dimiliki sumber daya manusia. Dampak pertumbuhan penduduk yang semakin luar biasa akan menimbulkan banyak sekali konflik dalam ranah kehidupan social, seperti kendala yang dihadap badan kesejahteraan keluarga berencana (BKKBN) tersebut. Bukan cuma itu migrasi merupakan penyebab terbesar lainnya dalam perkembangan social karena pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk banyak menyebabkan pengaruh dan dampak dampak negative lainnya.
Ada hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk, yaitu melaksanakan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum atau missal sehingga dapat mengurangi jumlah angka kelahiran, dan menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk, yaitu penambahan dan penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan, mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi, dan meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan.
Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.
Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.
2. Dampak negatif dari pertumbuhan penduduk

 Menurut Thomas Robert Malthus dalam Essay on the Principle of Population (1798), dikatakan bahwa “ penduduk bertambah menurut deret ukur dan bahan makanan bertambah menurut deret hitung. Dengan demikian pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada produksi makanan yang dibutuhkan. Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka akan terjadi ledakan penduduk.
Ledakan penduduk sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang cepat seperti itu memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan hal ini pun
membuat pemerintah berusaha untuk mengatasinya ledakan penduduk tersebut.

3. Dampak Ledakan Penduduk antara lain :

1. Jumlah pengangguran semakin meningkat
2. Kekurangan pangan yang menyebabkan kelaparan dan gizi rendah
3. Kebutuhan pendidik, kesehatan dan perumahan sukar diperoleh
4. Terjadinya polusi dan kerusakan lingkungan
5. Tingkat kemiskinan semakin meningkat
6. Meningkatnya Investor yang datang

4. Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Kemiskinan
Jumlah penduduk yang besar sebagai penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya jumlah penduduk dipengaruhi oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian, dan migrasi. Tingkat kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di Indonesia kebanyakan berasal dari kategori penduduk golongan miskin. pertumbuhan penduduk berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.
5. Pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap lingkungan hidup
 
Ujung dari semua ledakan penduduk itu adalah kerusakan lingkungan dengan segala dampak ikutannya seperti menurunnya kualitas pemukiman dan lahan yang ditelantarkan, serta hilangnya fungsi ruang terbuka. Dampak lonjakan populasi bagi lingkungan sebenarnya tidak sederhana. Persoalannya rumit mengingat persoalan terkait dengan manusia dan lingkungan hidup. Butuh kesadaran besar bagi tiap warga negara, khusunya pasangan yang baru menikah, untuk merencanakan jumlah anak.
Usaha yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi ledakan penduduk
 antara lain :
1. Memperluas lapangan kerja melalui industrialisasi
2. Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB)
3. Meningkatkan produksi pangan sesuai kebutuhan penduduk
4. Melaksanakan program transmigrasi
5. Menambah sarana pendidikan dan perumahan sederhana
6. Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Kesejahteraan
       Jumlah penduduk yang besar dalam hal ini, selain membuat kerugian, juga ada keuntungannya, dengan pertumbuhan penduduk rakyat jadi makin bisa saling bersosialisai, bermusyawarah, dan bersilahturahmi memprkuat kerukunan dan kesatua. Dan hubungannya dengan kesejahteraan banyak, seperti halnya, dengan adanya pertumbuhan penduduk, jadi semakin banyak orang-orang baru yang memiliki kelebihannya masing-masing, terutama dalam HAL IT/Teknologi dengan orang-orang ini kita dapat hidup sejahtera, knpa demikian, dengan adanya orang yang baru, yang memiliki inovasi dan menciptakan sesuatu yang baru, kita dapat merasakannya, dan juga dapat memperdayakan SDM yang ada dengan cara kita latih agar bisa seperti orang-orang baru tersebut.
          Jadi pada dasarnya hubungan Pertumbuhan Penduduk terhadap Kesejahteraan sangat bagus dan banyak keterkaitannya diantaranya :
1. Dengan adanya SDM baru yang muda, berprestasi pula dapat mengajarkan orang-orang yang terdahulu/ jadul/ yang belum mengerti akan teknologi
2. Dengan Membuat lapangan pekerjaan yang baru, untuk para org yang membutuhkan pekerjaan/ tidak tidak dapat melanjutkan sekolah.
3. Dengan saling bergotong-royong bersama-sama saling bahu membahu untuk bisa menjaga persatuan dan kesatuan negara kita.
4. Adanya saling bantu bila mengalami musibah.
5. Saling menjada keamanan lingkungan masing-masing.
6. Dan semakin banyak manusia yang bisa memikirkan sodara-sodara kita 
yang kesusahan, agar sama-sama bisa maju.

Pengaruh Transmigrasi Penduduk Terhadap Daerah Transmigrasi

Transmigrasi diharapkan tercapainya keseimbangan penyebaran penduduk sesuai dengan daya tampung sosial, agraris dan ekologis. Daya tampung sosial adalah jumlah yang dapat ditampung di suatu daerah tanpa menimbulkan ketegangan-ketegangan sosial yang berarti . Pada proyek-proyek transmigrasi tertentu beberapa konflik antara transmigran dan penduduk asli telah terjadi, bahkan diantaranya telah terjadi pertumpahan darah.
Dengan pola apapun dilaksanakannya transmigrasi, benturan atau konflik akan tetap terjadi. Diantaranya adalah adanya benturan budaya antara yang asli dan pendatang. Permasalahan ini adalah permasalahan berat yang tidak mungkin dihindari (Wirosardjono dalam Swasono;1986). Penduduk asli memiliki berbagai sikap terhadap transmigran, ada sikap yang senang menerima pendatang dan ada yang tidak menyukai kedatangan transmigran. Contohnya adalah masalah transmigrasi di Lampung yaitu antara transmigran Jawa dengan penduduk asli. Penduduk Lampung menghina penduduk jawa yang miskin, sedangkan masyarakat Jawa jarang atau hampir tidak pernah melakukan kontak dengan masyarakat lampung.
Adanya sengketa tanah yang terjadi antara penduduk asli dan pendatang dan antar sesama transmigran merupakan salah satu masalah lain yang timbul akibat transmigrasi . Contohnya di Luwu, penduduk asli merasa dirugikan karena kehilangan hak atas bidang-bidang tanah tertentu. Ada juga kasus lainnya, penduduk asli mendapatkan tanah pengganti yang jauh dari desa . Akibat transmigrasi penduduk, daerah transmigrasi semakin padat karena membanjirnya transmigran. Selain itu, letak daerah transmigran yang terpencil sehingga sulit untuk dicapai, dan hasrat penduduk yang ingin bertransmigrasi menjadi masalah di daerah asal sehingga penduduk tersebut cenderung menggunakan calo.
Penduduk asli merasakan perasaan iri, karena fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kepada transmigran, tetapi tidak pernah diberikan oleh pemerintah kepada penduduk asli. Penduduk merasa tidak enak dengan adanya transmigran. Dengan adanya transmigran, mereka akan menjadi minoritas didaerah mereka sendiri.
Di daerah luar Jawa, umumnya para petani masih menggunakan sistem ladang berpindah yang membutuhkan lahan yang luas. Seharusnya mereka merubah cara berpikir mereka dalam sistem bertani. Namun, adat istiadat yang masih dipegang teguh menghambat kemerdekaan berpikir mereka. Oleh sebab itu, mereka tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan mereka mulai menjual harta-harta pusaka mereka yang berupa tanah kepada orang-orang di kota dan transmigran. Akibatnya, mereka tidak lagi punya usaha dan pergi dari kampungnya. Mereka mencari pekerjaan lain, diantaranya bekerja diperusahaan-perusahaan pertanian. Namun, mereka kalah saing karena pendatang baru sudah terbiasa dalam menggunakan alat-alat modern. Banyak diantara mereka yang menjadi pengangguran yang mengakibatkan peningkatan kriminalitas.
Bertambahnya penduduk daerah tujuan transmigrasi mengakibatkan kurangnya rasa gotong royong dan kekompakan penduduknya. Bila diadakan pemilihan kepala desa akan merugikan penduduk asli karena mereka masih menggunakan sistem kesukuan. Mereka mengajukan calon di tiap-tiap suku, sedangkan penduduk asal Jawa mengajukan satu calon.

Masalah Transmigrasi di Indonesia

Ke depannya Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) akan menjadikan transmigrasi sebagai program unggulan.Ini sangat bermanfaat untuk mengurangi jumlah pengangguran dan kaum marjinal di sejumlah kota besar di Indonesia sehingga dapat mengatasi masalah kemiskinan yang masih menjadi persoalan serius bangsa ini.
Pembangunan transmigrasi yang ada hingga saat ini sebetulnya sudah dirintis sejak jaman penjajahan Hindia Belanda tahun 1905 dengan sebuah program kolonisasi. Kemudian sejak jaman kemerdekaan telah berlangsung sejak tengah abad yang lalu dan dijadikan sebagai salah satu strategi pembangunan sejak berdirinya depertemen tenaga kerja, Koperasi dan transmigrasi pada tanggal 12 desember 1950. Departemen atau lembaga yang menaganipun juga sering ganti-ganti sesuai dengan perubahan politik yang terjadi di Negara ini. Hingga saat ini sudah tiga belas kali depertemen yang menangani berganti-ganti

Tidak bisa dipungkiri dalam prakteknya transmigrasi menimbulkan berbagai masalah serius yang membutuhkan solusi serius. Memang dapat dipahami penanganan masalah transmigrasi bukan sekadar menyiapkan lahan untuk menampung transmigran dan memindahkan penduduk dari daerah asal ke tempat yang baru. Penanganan masalah transmigrasi jauh lebih luas dan lebih rumit, karena berkaitan erat dengan pembangunan daerah, kesiapan calon transmigran, upaya mempersiapkan masyarakat penerima transmigran, serta penyiapan sarana dan prasarana yang tersedia.

Berbagai pergolakan yang terjadi di berbagai daerah tahun-tahun ini tidak pelak menimbulkan masalah bagi para transmigran .Mereka terusir dari tempat tinggal yang dibangun dengan susah payah, jadi korban penganiayaan dan terpaksa harus mengungsi, menderita tak punya apa-apa lagi. Contohnya saja sebagaimana digambarkan oleh kondisi eks. Traansmigran di Ogan Komering Ilir (OKI), Air Sugihan, Sumatera Selatan yang hidupnya sebagian besar masih di bawah garis kemiskinan. Kemudian para pengungsi akibat kerusuhan Aceh, sambas, Ambon, Poso, Hingga Eks Propinsi Timor-Timor yang tak jelas nasibnya .Ironis memang apabila kita mendengarnya. Hidup trauma jadi korban kerusuhan dan terpaksa harus tinggal di kamp-kamp pengungsian. Sebagian pulang ke daerah asal jadi eksodan yang harus menumpang di tempat sanak famili yang kadang hidupnya hanya cukup untuk keluarganya sendiri. Tanpa pekerjaan dan menanggung banyak beban ekonomi. Banyak di antara anak-anak terpaksa putus sekolah dan tidak mendapat gizi yang cukup. Diperkirakan kurang lebih mencapai 207.795 KK atau 912.514 jiwa menjadi pengungsi akibat berbagai gejolak yang terjadi di daerah-daerah, dimana jumlah ini terus bertambah (Depnakertrans, 2000).
Masalah lain ada pada proses penempatan yang terjadi cenderung mengejar target dan tidak mengindahkan hak-hak transmigran dan masyarakat setempat.Transmigran di tempatkan di suatu wilayah yang belum jelas potensi ekonominya. Tidak tahu bagaimana kondisi sosio-kultural masyarakat setempat. Hingga akhirnya menyebabkan masalah baru lagi di daerah tujuan. Banyak daerah baru tersebut terisolir dan tak terjangkau oleh alat transportasi, sarana pendidikan, air bersih serta sarana kesehatan yang minim. Di banyak tempat seperti di daerah Papua dan Kalimantan misalnya, hingga karena sarana transportasi yang sulit menjadikan jatuhnya harga hasil panen mereka. Konflik antar etnis yang disebabkan kurangnya pola perencanaan juga mewarnai gambaran permasalahan transmigrasi di berbagai daerah.Contoh nyata terlihat dari para transmigran sub-pemukiman (SP) 7-8 Bongo, jayapura, Papua, yang terpaksa harus meninggalkan tempat tinggal mereka karena tergenang air hingga tanaman membusuk tanpa fasilitas sekolah dan guru, tanpa sumber air bersih yang memadai, lebih menyedihkan lagi adalah ketiaka meminta perlindungan dan penyelesaian dengan menghadap ke dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), mereka harus menghadapi nasib sial diusir oleh wakil-wakil mereka dari rumah rakyat tersebut.


Solusi yang dapat diambil dalam hal ini ialah perlunya langkah proaktif pemerintah untuk berkoordinasi dengan daerah-daerah agar tercapai sebuah solusi bersama dan dalam proses pelaksanaannya dengan cara-cara yang arif dan bijaksana. Perlunya memberikan bantuan-bantuan kebutuhan hidup standard minimal , pemenuhan gizi bagi balita serta pendidikan bagi anak-anak dengan alokasi anggaran yang jelas .Selain itu untuk mengoptimalkan potensi daerah yang dituju maka diperlukan usaha untuk memajukan industri rakyat, memperbaiki pola institusi sosial yang ada serta bagi perbaikan kualitas sumber daya manusianya.

KB Bisa dengan Implant ! Apa Itu IMplant ?

Baiklah, sebelum anda memilih alat kontrasepsi jenis ini ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa sih implant itu. Kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Maka dari itu supaya anda menyayangi diri dan keluarga anda dengan menciptakan keluarga berkualitas, maka anda harus mengenali alat kontrasepsi yang akan anda pilih ini.
Sebenarnya apa sih implant itu?
Implant adalah metode kontrasepsi yang dipakai di lengan atas bagian sebelah dalam. Berbentuk silastik (lentur). Berukuran hampir sebesar korek api. Implant dipakaikan biasanya pada lengan kiri. Ditanamkan diantara kulit dan daging. Tepatnya dibawah kulit namun diatas lapisan daging (otot), sehingga jika dilihat dari luar akan terlihat menonjol dan dapat diraba.
Maka dari itu, implant ini lebih dikenal dengan sebutan susuk kb, karena pemasangannya mirip pemasangan susuk.

Waktu pemakaiannya Implant ini bervariasi tergantung dari jenisnya. Ada yang efektif untuk jangka waktu lima tahun, tiga tahun, bahkan ada yang hanya satu tahun. Nah, maka dari itu anda harus meneruskan bacaan anda supaya mengenal ada jenis apa saja implant itu.
Implant, atau susuk KB, merupakan metode kontrasepsi hormonal. Maksudnya, di dalam alat kontrasepsi ini terkandung hormon progesterone. Hormon progesterone inilah yang mempengaruhi rahim anda sehingga ada hubungannya dengan pengaturan kehamilan anda.
Hormon yang terkandung dalam implant ini akan dilepaskan sedikit demi sedikit. Hormon ini akan bekerja pada rahim dengan membuat lendir di daerah rahim menjadi kental sehingga mengurangi transportasi sperma untuk menuju tuba fallopii (tempat terjadinya pembuahan). Keberadaan hormon ini juga dapat memberikan pengaruh pada proses pembentukan endometrium sehingga akan menyulitkan proses implantasi (proses tertanamnya sel telur yang terbuahi ke dalam dinding rahim). Selain itu hormon ini juga dapat menekan terjadinya ovulasi atau pembentukan sel telur.
Proses-proses tersebut dapat menghambat terjadinya kehamilan. Menurut buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi terbitan BKKBN Jawa Barat, efektivitas metode implant ini adalah 0,2 – 1 kehamilan per 100 perempuan. Artinya hampir 99 % implant ini efektif menghambat proses kehamilan.

Apa saja keuntungan dan keterbatasan metode kontrasepsi implant?

Setiap anda dihadapkan pada suatu pilihan, tentu saja anda akan menimang-nimang segala sesuatu dengan matang. Anda akan melihat apa keuntungan yang akan anda dapat dari pilihan anda dan bagaimana kerugiannya. Anda juga akan menimang-nimang kelebihan apa saja dari sebuah produk yang anda pilih, dan kekurangan apa saja yang bisa menjadi kendala anda ketika memilih produk tersebut.
Begitu pula dalam hal memilih alat kontrasepsi. Anda akan dihadapkan pada kelebihan dan kekurangan alat pilihan anda tersebut. Tidak terkecuali pada implant. Alat kontrasepsi yang disusukkan ke dalam lengan anda ini memiliki keuntungan dan juga keterbatasan. Apa saja keuntungan dan keterbatasan implant? Berikut ini saya catatkan untuk anda.

a. Keuntungan
Apa saja keuntungan kontrasepsi dari implant ini? berikut ini saya catatkan untuk anda dari buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi terbitan BKKBN Jawa Barat.
- Perlindungan jangka panjang karena bisa mencapai lima tahun
- Pengembalian kesuburan tergolong cepat setelah pencabutan
- Tidak mengganggu kegiatan hubungan suami istri
- Tidak mempengaruhi ASI
- Bebas dari pengaruh estrogen
- Dapat dicabut setiap saat sesuai kebutuhan
- Dan anda hanya perlu kembali ke klinik/dokter jika ada keluhan.
- Mengurangi jumlah darah haid
- Mengurangi anemia
- Melindungi terjadinya kanker endometrium
- Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara (tumor jinak)
- Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang panggul, serta
- Dapat menurunkan angka kejadian endometriosis.
Apa saja keterbatasan dari metode ini?
- Dapat menimbulkan bercak darah diantara haid, atau disebut juga spotting
- Bisa saja terjadi peningkatan jumlah darah haid, atau malah tidak haid sama sekali (amenorea)
- Akan timbul keluhan-keluhan seperti sakit kepala, nyeri payudara, perasaan mual.
- Efektifitas akan menurun jika anda menggunakan obat tuberkulosis atau obat epilepsi
- Memerlukan tindakan pembedahan minor (bedah lokal) untuk pemasangan dan pencabutannya
- Anda tidak bisa mencabut implant sembarangan, tapi harus atas bantuan dokter atau bidan atau petugas yang terlatih
- Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1,3 per 100.000 perempuan per tahun).


Keuntungan dari pemakaian implant ini dibedakan menjadi dua, yaitu keuntungan kontrasepsi dan keuntungan non kontrasepsi.
- Daya guna tinggi
Sedangkan keuntungan non kontraseptif dari metode kontrasepsi implant ini adalah:
- Mengurangi nyeri pada saat haid
b. Keterbatasan
Setelah mengetahui ada beberapa keuntungan dari alat kontrasepsi susuk alias implant, maka anda pun harus mengetahui keterbatasan implant ini. Ini perlu supaya anda dapat mempertimbangkan secara matang sebelum memilih metode ini.
Berikut saya catatkan untuk anda:
- Dapat menyebabkan perubahan pola haid
Nah, kini anda sudah mengetahui apa saja keuntungan dan keterbatasan dari alat kontrasepsi implant tersebut. Sekarang anda bisa lebih matang untuk mempertimbangkan pemakaian alat kontrasepsi ini. Saya menyarankan silakan anda berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan setempat jika anda ingin menggunakan alat kontrasepsi implant ini. dengan dasar pengetahuan yang anda baca dari buku ini, saya berharap anda lebih memahami ketika sesi konsultasi dengan dokter kandungan atau bidan tempat anda berkonsultasi.

Apa Itu Transmigrasi ? Apa Tujuan Transmigrasi ?

Arti, Definisi dan Pengertian Program Transmigrasi
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah yang padat penduduknya ke area wilayah pulau lain yang penduduknya masih sedikit atau belum ada penduduknya sama sekali.
Transmigrasi di Indonesia biasanya diatur dan didanai oleh pemerintah kepada warga yang umumnya golongan menengah ke bawah. Sesampainya di tempat transmigrasi para transmigran akan diberikan sebidang tanah, rumah sederhana dan perangkat lain untuk penunjang hidup di lokasi tem
pat tinggal yang baru.
Tujuan Diadakan Transmigrasi
1. Untuk meratakan persebaran penduduk di seluruh wilayah nusantara
2. Untuk pertahanan dan keamanan / hankam lokal nasional
3. Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memberikan kesempatan merubah nasib.
 Jenis-jenis / Macam-macam Transmigrasi
1. Transmigrasi Umum
Transmigrasi umum adalah program transmigrasi yang disponsori dan dibaiayai secara keseluruhan oleh pihak pemerintah melalui depnakertrans (departemen tenaga kerja dan transmigrasi).
2. Transmigrasi Spontan / Swakarsa
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah padat ke pulau baru sepi penduduk yang didorong oleh keinginan diri sendiri namun masih mendapatkan bimbingan serta fasilitas penunjang dari pemerintah.
3. Transmigrasi Bedol Desa
Transmigrasi bedol desa adalah transmigrasi yang dilakukan secara masal dan kolektif terhadap satu atau beberapa desa beserta aparatur desanya pindah ke pulau yang jarang penduduk. Biasanya transmigrasi bedol desa terjadi karena bencana alam yang merusak desa tempat asalnya.

Sabtu, 29 Juni 2013

Gak Hanya Buat Kaum Hawa, Pria Pun Juga akan Punya PIL KB !

Alat kontrasepsi pria terbatas hanya pada kondom dan vasektomi. Tapi kini peneliti berhasil mengembangkan pil oral yang bisa menonaktifkan sperma yang cukup diminum seperti layaknya perempuan minum pil KB.

Selama ini upaya membuat pil KB bagi laki-laki selalu menemukan kegagalan, tapi peneliti dari Bar-Ilan University akhirnya mampu menciptakan pil oral yang dapat menonaktifkan sperma sebelum mencapai rahim.

Versi yang dikembangkan ini mengharuskan seorang pria untuk mengonsumsinya tiap 3 bulan atau sebulan sekali.Untuk mendukung program menekan laju pertumbuhan penduduk menjadi 1,1 persen di tahun 2014, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) segera meluncurkan pil KB khusus untuk pria. Pil KB yang berasal dari bahan-bahan produksi dalam negeri termasuk gandarusa ini akan menjadi alternatif pilihan ber-KB bagi kaum laki-laki yang masih sangat terbatas saat ini.

''Pil tersebut sudah melalui uji coba selama 10 tahun. Dan saat ini sudah tersedia dalam fitofarmaka dan sedang diuji klinis,'' tutur Kepala BKKBN, Sugiri Syarief saat Pemaparan Program Priootasi Kesejahteraan Rakyat 2011 di Jakarta, Selasa (4/1).

Adanya kontrasepsi ini, kata Sugiri diharapkan peserta KB pria bisa meningkat. Karena ada pilihan lain selain vasektomi dan kondom. Saat ini kepesertaan pria menggunakan alat KB hanya 1,6 persen. Jauh lebih rendah dibanding perempuan yang mencapai 98,4 persen.

Terkait pil KB ini, Ketua Badan Pengawasan Obat dan Makanan Kustantinah mengatakan belum merima sampelnya. ''Kita akan lihat seperti apa temuan alat kontrasepsi baru bagi pria itu. Jika data sudah terkumpul baru akan melakukan pengujian,'' tuturnya.

Ayo Kaum Lelaki, Dukung KB !

Ketua Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi DKI Jakarta, Hartati Fauzi Bowo, atau yang biasa dikenal dengan Tatiek Fauzi Bowo, mengajak Pasangan Usia Subur (PUS) di Jakarta untuk mensukseskan program Keluarga Berencana (KB).
Peserta KB pun tidak hanya diikuti oleh para ibu, namun juga oleh para suami atau kaum pria. “Jangan hanya para ibu yang ikut KB, tetapi bapak-bapaknya juga harus berperan aktif mensukeskan program nasional ini,” ucap Tatiek, saat menghadiri Road Show TP PKK Provinsi DKI Jakarta, di RW 01 Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Rabu (13/4).
Himbauan tersebut disampaikan Tatiek menjawab keluhan kader PKK mengenai sulitnya para suami diajak untuk mengikuti program KB. Menurutnya, upaya untuk meningkatkan akseptor KB pria merupakan tantangan tersendiri bagi para kader PKK maupun kader Posyandu, dalam mensosialisasikan program KB.
“KB bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan menciptakan keluarga yang sejahtera,” ucapnya. Dalam menciptakan keluarga yang sejahtera tersebut, para orang tua harus mempunyai perencanaan yang matang. “Kalau ada kesepakatan suami dan istri, maka KB dapat terlaksana. Para kader diharapkan dapat ikut memotivasinya,” tambahnya.

Rabu, 19 Juni 2013

Pembangunan tidak Merata Menyebabkan Kepadatan Penduduk

Penduduk adalah objek dan subyek pembangunan. Sebagai objek, penduduk adalah sasaran pembangunan. Sebagai subyek, penduduk adalah pelaku pembangunan. Peranan penduduk sebagai subyek menentukan arah dan keberhasilan pembangunan. Potensi dan tantangan pembangunan ditentukan oleh keadaan riil kependudukan dan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara. Bagaimana potensi dan tantangan pembangunan di Indonesia? Kekayaan sumber daya alam yang ada di bumi Indonesia sangat besar. Ini merupakan suatu potensi. Masalahnya adalah  sanggupkah penduduk Indonesia mengeksploitasi dan mengelola sumber daya alam yang melimpah itu?  Fakta menunjukkan bahwa eksploitasi sumber daya alam (penambangan) di Indonesia banyak dilakukan oleh perusahaan asing. Proyek-proyek pembangunan oleh pemerintah juga sering menggunakan bantuan (assistance)  perusahaan asing.



Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antarpulau, provinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia Perkembangan kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura tergolong tinggi, yaitu tahun 1980 sebesar 690 jiwa tiap-tiap kilometer persegi, tahun 1990 menjadi 814 jiwa dan tahun 1998 menjadi 938 jiwa per kilo meter persegi (km2). Akibat dari tidak meratanya penduduk, yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Terutama di kawasan Indonesia timur seperti papua dan Maluku, wilayah ini jika digabungkan merupakan salah satu wilayah terluar di Indonesia tetapi penduduknya sangat sedikit. Untuk itu pemerintah harus memeratakan pembangunan didaerah tersebut agar nantinya masyarakat wilayah tidak merasa terpisahkan dari kesatuan NKRI.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management